Shoji Nishio Interview 1992

Wawancara dengan Shoji Nishio (1992) bagian 1

Oleh : Stanley Pranin

Waktu masih berlatih judo dan karate,  Shihan Shoji Nishio 8th Dan untuk  pertama kalinya mengetuk pintu Aikikai Hombu Dojo  milik Morihei Ueshiba ( pencipta aikido) tahun 1951. Sekarang dalam pelatihannya  Nishio Sensei menekankan orientasi seni beladiri  dengan mengubah pendekatan Aikido namun tetap setia dengan kode etik sang pendiri.  Berikut adalah bagian pertama dari dua bagian interview dengan figure  legendaris  aikido ini .

 

Shoji Nishio c. 1997

P : Sensei, terakhir kami mewawancarai anda sekitar 8 tahun yang lalu (1983) pada saat itu anda membicarakan pengalaman latihan anda terlebih dahulu. Saya yakin anda bergabung dengan Aikikai Hombu Dojo pada tahun 1951 bukan?

N : Itu benar

P : Apakah anda masuk sebagai uchideshi ( murid dalam)?

N : Tidak, uchideshi saat itu adalah Kansu Sunadomari yang sekarang menjadi pemimpin Maeseinkan Dojo di Kumamoto, Kyusu, Sadateru Arikawa ( sekarang  Aikikai shihan), dan Mr. Noguchi. Shigeo Tanaka dan Mr. Sakai

P : Pada saat itu , apakah perbedaan Aikido yang di ajarkan di Yoshinkan dan Aikido yang anda paraktekan di Aikikai?

N : Pada masa itu Yoshinkan membuka sebuah dojo baru di Tsukudo Hachiman, tetapi tidak ada perbedaaan pada latihan yang mereka lakukan.

P : Foto yang luar biasa untuk orang-orang ini di ambil sekitar 40 tahun yang lalu. Ini adalah Doshu, Morihiro Saito Sensei ( pimpinan Ibaragi Dojo), Koichi Tohei Sensei ( sekarang  pimpinan Shinshin Toitsu Aikido), Kiyoyuki Terada ( Yoshinkan Shihan), Gozo Shioda sensei ( pendiri Yoshinkan Aikido), Seigo Yamaguchi sensei ( sekarang Aikikai Shihan), Sadateru Arikawa ( sekarang Aikikai Shihan) dan almarhum Kisaburo Osawa Shihan ( direktur Aikikai). Dengan melihat foto ini, sepertinya tidak nampak perbedaan sama sekali apa yang mereka ajarkan. Apakah almarhum Kenji Tomiki ( presiden pertama kali asosiasi Aikido Jepang) sering datang berlatih?

N : ya betul, pada saat beliau datang berlatih kami berlatih bersama dan kadang kami juga ke stasiun Okubo bersama untuk pulang. Kamipun  suka berangkat bersama. Namun area sekitar dojo saat itu habis terbakar selama perang sehingga tak ada yang tersisa.

 

P : Apakah pada masa itu Tomiki Sensei menyebut-nyebut tentang Aikido Kompetitif?

N : Tidak, belaiu tidak menyebut-nyebut soal itu. Namun sejak saya tahu tentang Mr. Tomiki saat di Kodokan, kami sering berlatih segala sesuatu seperti “happo no kuzushi” ketika ada waktu lebih. Saat itu saya belum lama berlatih Aikido, tapi saya sudah tahu sedikit tentang Judo dan Karate, menurut saya beliau sangat pengertian.

P : Saya yakin Tomiki Sensei pasti menekankan hanya sedikit teorinya dalam percakapan?

N : Ya, Beliau selalu memikirkan sesuatu dari sudut pandang pendidikan akademis. Beliau berbicara tentang rikaku judo ( taknik judo yang dilakukan dari posisi terpisah, contoh seperti teknik Aikido). Saya yakin bahwa Tomiki Sensei berpikir untuk mengubah Aikido sama dengan bagaimana Kano sensei mengubah jujutsu kedalam Judo. Saya fikir akan baik jika cara ini dipakai untuk pendidikan menengah pertama dan menengah ke atas. Dengan kata lain jika kamu berlatih seni bela diri seperti Aikido  saat masih kecil kamu hanya akan mendapat sesuatu yang dangkal.  Hal tersebut akan berakibat kamu tidak dapat mengendalikan kebiasaan burukmu seperti seharusnya. Hasilnya adalah taknik-taknik yang buruk. Oleh karena itu saya berpikir akan baik jika orang-orang muda berlatih aikido secara kompetitif. Ketika itu saya yakin cara ini akan lebih tepat di terapkan pada Aikido di tingkat Universitas, saat seseorang telah mempelajari berbagai pertimbangan. Anak-anak yang berlatih aikido memiliki kemampuan yang kurang untuk mengerti.  Dari pemikiran ini, saya rasa akan baik untuk memasukkan metode Mr. Tomiki dalam Aikido ( Aikido Kompetisi)

P : Apakah Shioda Sensei kadang-kadangdatang ke dojo untuk melatih?

N : Tidak , Beliau tidak melatih, beliau hanya mendemontrasikan sesekali saat ada acara saja. Beliau juga sering menengok untuk melihat apa yang kami kerjakan di Dojo. Mr Mochizuki ( pimpinan Yoseinkan Hombu Dojo saat in) datang juga terkadang.saya mengingat kenangan-kenangan indah pada hari itu.

P : Selain O’Sensei apakah ada figur idola lain bagi anda saat itu?

N : Saya belajar sesuatu juga dari metode Mr. Yamaguchi. Beliau mengetahui beberapa hal yang tidak saya ketahui. Background saya hanya judo dan karate, sedangkan beliau telah mempelajari ilmu pedang selama bersekolah di bawah pendidikan lama. Saya merasa pendekatan belaiu sangatlah orisinil.

Kami di beritahu bahwa aikido berasal dari pedang. Namun jawaban-jawaban atas pertanyaan yang saya ajukan tentang hal itu tidak meyakinkan. Oleh sebab itu saya sekitar 1955 mulai berlatih iaido dan  jodo. Pada saat itu sangat sedikit orang  yang berlatih iaido. Sejak saya berlatih mempelajarinya untuk memahami aikido, saya tidak berlatih satu gaya saja , tapi justru beberpa gaya atau sistem yang berbeda.

Tempat belajarnya yang berbeda-beda tergantung pada periode ketika bergabung. Tapi ini justru penting. Sebagai contohnya, seperti iaido yang telah menjadi sebuah lembaga yang berbasis Omori –ryu tidaklah bermanfaat bagi kita.  Sistemnya berkembang menjadi bagian dari tatacara samurai semasa periode tokugawa yang sangat jauh dari sistem pertarungan  sebenarnya. Keraguan saya muncul saat melihat mereka menggunakan pedang. Sangatlah sulit duduk dan memakai pedang panjang. Posisi itu digunakan untuk pedang pendek. Seorang samurai tidaklah duduk saat memakai pedang. Jika anda berkunjung kerumah orang , anda pasti menyerahkan pedang anda pada pemilik rumah tentunya. Namun jika anda berada suatu tempat yang memungkinkan anda membawa pedang anda pasti meletakkannya di belakang atau di sisi berlawanan dengan anda. Hal ini mengisyaratkan bahwa anda tak akan mencabut pedang saat itu.

P : Apa anda kemudian menekuni lebih dalam mengenai  pedang?

N : Saya belajar langsung dari beberapa guru pedang seperti Shigenori Sano Sensei dan master pedang yang telah mencapai tingkat 9th Dan atau 10th Dan saat itu. Secara umum, anda tidak dapat dekat dengan orang-orang tertentu , tapi saat itu saya masih muda dan kurang bijaksana. Saya tidak menahan diri sehingga saat saya menghampiri, mereka bercerita banyak kepada saya. Pengalaman-pengalaman itu sangat bergunan bagi saya sekarang.

P : Bagaimana dengan latihan Jo anda?

N : Untuk latihan Jo saya pergi ke dojo Shindo Muso-ryu milik Takaji Shimizu. Itu sekitar tahun yang sama, yaitu tahun 1957 atau 1958.

Ada yang bernama Hosho Shiokawa, beliau adalah kepala sekolah Mugai-ryu dan saat ini menjabat sebagai presiden federasi karate ECO sekaligus presiden federasi jodo seluruh jepang. Tampaknya beliau dulu juga sering datang ke dojo Shimizu Sensei. Dalam buku beliau menyebutkan beberapa hal tentang saya. Anda akan mengerti jika membaca buku tersebut. Beliau  sempat mengalami masalah dalam usaha memajukan karatenya dan mulai berlatih Aiki. Saya juga mengalami masalah dengan judo dan mulai berlatih Aiki.  Kami berlatih bersama kurang lebih dua tahun. Setelah itu beliau pergi ke dojo Mr. Shimizu untuk berlatih. Saya juga pergi, tetapi ternyata saya tidak cocok. Kapan-kapan saya akan mengenalkan anda pada beliau, mengapa anda tidak menemui beliau saja? Beliau selalu datang ke dojo saat Mr. Tohei masih aktif. Jika bertemu dengan anda, beliau pasti akan banyak bercerita banyak tentang Mr. Tohei dan Mr. Yamaguchi. Beliau sungguh orang yang luar biasa. Beliau juga mengajar di dojo Sogen Omori dan selama beberapa tahun di Tesshukai. Kemudian saya datang di dojo Shimizu Sensei  untuk berdiskusi selama setengah tahun dan bertemu beberapa orang. Saya biasanya berlatih jodo di Yokohama dojo sehingga jika ada sesuatu yang tidak saya pahami saya selalu menemui Shimizu Sensei untuk menanyakan beberapa pertanyaan. Beliau juga melatih saya di banyak kesempatan. Intruksi-intruksi beliu sangat berguna. Orang hebat seperti beliau tentu memiliki banyak sekali hal  besar untuk di tawarkan. Saya bilang pada murid-murid saya jika mereka berkunjung ke guru lain maka mereka akan melihat orang-orang hebat. Sejak itu , walaupun ada hal yang murid-murid tidak mengerti sekarang, mereka akan memperoleh manfaat dari apa yang telah dipelajari pada saatnya nanti.

P : Dimana Anda berlatih karate?

N : Pertama, saya datang ke dojo Yasuhiro Konishi Sensei. Semasa itu  pelajar-pelajar universitas di Jepang yang berlatih karate cukup sedikit. Banyak pemuda yang datang ke universitas untuk mengajar. Saya tidak terlalu memperhatikan style yang berbedam jadi ketika ada dojo yang baru saja dibuka, saya datang melihat. Saya tidak begitu peduli dengan hal-hal semacam itu. Pada awalnya Tokyo merupakan wilayah yang hangus terbakar sehingga tidak terdapat dojo sama sekali.

P : marilah kita tengok, pertama Anda mempelajari Judo, karate, iai, dan jodo. Apakah anda masih belajar seni beladiri yang lain?

N : Saya juga berlatih Tombak. Saya mengikuti sedikit latihan juken  (bayonet kayu) di sekolah.

P : Saat melihat latihan anda hari ini, saya melihat anda menerapkan “ Jo” dan “ Ken” dalam teknik tangan kosong anda. Apakah dapat diterapkan juga dalam “ atemi”?

N : Dalam teknik tangan kosong melempar dan kuncian kami hampir selalu menerapkan atemi khususnya tsukuri ( teknik persiapan untuk menyerang) dan kusuzhi ( teknik menghilangkan keseimbangan). Saya menerapkan teknik atemi dan kokyu dalam tsukuri dan kusuzhi. Saat saya mulai belajar  Aikido  hanya di ajarkan sedikit teknik melempar yaitu iriminage, shihonage, dan kotegaeshi. Saya menciptakan sebagian besar teknik koshi karena latar belakang saya di  judo…..

Waktu itu Mr. Tohei pernah berkata, : Nishio tidak melakukan Aikido. Saya tidak tahu entah dia melakukan judo atau karate, tetapi bukan Aikido, dia tidak tahu bagaimana caranya extend Ki……….

( artikel lengkap hanya tersedia untuk member)

Translate bebas oleh : kirno

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Wawancara dengan Shoji Nishio (1992) bagian 2

Oleh : Stanley Pranin

 

Di bagian dua ini , Shihan Shoji Nishio melanjutkan pembicaraan tentang diskripsi filosofi dan pendekatan aikido, lebih dari 40tahun berkiprah , pengalaman beliau membentuk suatu wacana yang mempengaruhi beliau terhadap kemurnian “ kekuatan sejati”, kekuatan yang diperlukan untuk menghindari melukai lawan bertarung, serta kepercayaan beliau bahwa seni beladiri harus digunakan untuk melindungi semua orang.

P : Dalam buku teknik “Budo” yang di tulis oleh Osensei sebelum perang , dikatakan bahwa “nage” seharusnya memulai penyerangan saat mengeksekusi “shomenuchi Ikyo”

N : begitulah, hal tersebut di praktekkan pada masa lalu, namun kami tidak menyerang secara langsung dari depan., sebaliknya kami melakukan “irimi”. Bedanya  hanyalah masalah sudut serang, jika sudut  berubah 30 0   , anda akan dapat mengontrol lawan dan menghindari serangannya, teknik ini menunjukan dimensi yang berbeda meski dariseni beladiri klasik sekarang. Sejak kami tidak menggunakan aikido untuk melempar, aksi melempar lawan telah disempurnakan sebelum kontak fisik terjadi. Sesaat sesudahnya saya fikir itu hanyalah cara bagaimana membuat lawan menjadi percaya diri. Padahal sebenarnya ia menghadapi suatu proses pengujian diri yang benar. Saya percaya cara ini merupakan arahan yang benar bagi seni beladiri. Apa tujuan utama dari melempar lawan? Menurut saya yang penting konsep bagi generasi mendatang adalah membiarkan orang untuk tetap hidup. Saya berpikir untuk menerima konsep ini dalam latihan.

 

P : sensei , apakah anda menggunakan konsep filosofi beladiri klasik seperti  “sen no sen” ( antisipasi serangan) atau “ato no sen” ( merespon serangan ) dalam pengajaran anda?

N : pertanyaan ini dulu pernah di tanyakan sejumlah praktisi beladiri dalam sebuah studi psikologi yang diselengarakan universitas Tohoku. Pertayaannya seputar pendapat kami mengenai jarak, dan ritme. Dimana-mana , beladiri menyatakan bahwa “sen no sen”  diperlukan supaya kita belajar bagaimana membingungkan lawan dan masuk ke pertahanannya, akan tetapi teknik-teknik seperti itu tidak begitu diperlukan di aikido, kami tidak mengunakan pernafasan lawan karena diaikido  saat lawan bernafas kita pun juga begitu, ketika saya mengungkapkan hal ini pada survey dengan menyatakan jika cara di aikido mengarah k dimensi yang benar2 berbeda mereka mengatakan baru pertama kalinya mendengar seperti pendaapat seperti itu, O sensei selalu mengatakan “ kamu dan lawanmu bernafas bagaikan satu supaya lawanmu menyerang, apa yang tertjadi jika kamu mengganggu pernafasan lawanmu? Di aikido kami meregulasi pernafasan, baik kita maupun lawan tumbuh bersama, cara pikir kita tidak seharusnya pada level rendah semacam itu untuk mengganggu pernafasan orang lain, oleh karena itu dalam cara kami berteknik tidak ada “kamae” atau yang lain. Ini adalah cara yang paling cepat.

 

P : dapatkah anda menjabarkan pemikiran tersebut?

N : tidak ada “kamae” di pemikiran aikido, dasar pemikiran kami adalah bahwa kita berhadapan dengan lawan dalam situasi normal, aikido sebenarnya merupakan spirit jiwa yang mencari sebuh gagasan yang mrnyatukan, kami bertarung dengan lawan secara benar, memang betul kami menghindari lawan , tapi lebih tepatnyakami menciptakan jarak darinya, jika anda bertaqrung dengan cara-cara beladiri klasik, anda dapat segera menaklukan lawan, di Aikido kami masuk ke pusat pertahanan lawan dan bersatu terlebih dahulu dengannya dan membuat tempat kita dimana kita tidak akan diserang, sehingga jika anda menggunakan cara ini sebaliknya lawan akan dengan mudah dijatuhkan, akan tetapi , kami tidak melakukannya karena itu adalah kejahatan. Sebelum aikido berkembang, oran disebut kuat jika ia telah mengalahkan lawan dengan beladiri. Padahal orang seperti itu justru tipe yang lemah. Aikido menawarkan kesempatan kepada lawan untuk kembali siap beraksi dengan cara membalikan kekuatan yang biasanya digunakan seni beladiri klasik untuk menjatuhkan lawan.

 

P : anda seharusnya menulis tentang cara pandang anda tersebut meskipun anda tidak menulis buku teknik aikido, sensei bagaimana pandangan anda akan mengenai situasi aikido sekarang ini?

 

N : itulah yang menjadi keprihatinan saya. Sepertinya citra aikido sekarang maskin jauh dari seni beladiri. Anda tidak akan bisa menentukan sesuatu sebagai beladiri kecuali sesuatu tersebut memiliki kekuatan. Saya percaya bahwa dengan mampu menghadapi lawan membuat segalanya menjadi hidup, untuk pertama kalinya, dan bahwaseni beladiri berguna untuk membantu dan melindungi oran lain. Kita harus sailing melindungi. Kekuatan kita harus digunakan untuk melindungi dan mempertahankan orang lain.

 

P : menurut saya, hal ini ibarat seseorang asing tinggal di sebuah masyarakat yang labil tapi cepat memahami. Anda bukan satu-satunya, sensei , yang prihatin akan seni beladiri modern ini, sayang nya tetap tidak ada perubahan

N : sangat sulit dijelaskan, namun itu adalah cara latihan yang kami lakukan sekarang. Seperti tahun lalu  dan 3 tahun sebelumnya, saat saya pergi ke Prancis, orang-orang disana sangat tertarik dengan metode latihan kami. Saya mendemontrasikan cara berhadapan dengan pedang, pukulan, dan macam-macam serangan lainnya. Bagi saya ini adalah yang mengagumkan dari aikido. Anda dapat menerapkan aikido sebagaimana mestinya pada segala hal. O sensei pernah mengatakankebenaran “ kamu dapat melakukan teknik-teknik ini baik dengan pedang  atau jo dan lain sebagainya. Kesemuanya itu merupakan bagian dari pelatihan aikido, akan tetapi sebagian besar dojo tidak melakukannya dengan benar.

 

P : contohnya bagaimana seseorang mengatasi serangan dari praktisi karate yang hebat?

N :  latar belakang saya bukan karate, tetapi serangan semacam itu dapat di atasi. Anda dapat membaca maksud lawan anda, contoh : anda dapat menebak tingkatan seseorang di judo hanya dengan melihat cara orang itu memakai sabuknya atau teknik favoritnya. Demikian juga anda dapat menerka jika seseorang karate akan memukul atau menendang.

Satu hal yang mengagumkan tentang gerakan berputar  aikido bisa diterapkan di segala situasi. Pemikiran Osensei sungguh hebat. Beliau menciptakan perubahan yang besar dari gerakan-gerakan yang tak memberi ampun  “ seni beladiri mematikan” menjadi “ pemberi ampun”. Pengertian ini menunjukan bahwa pemikiran beliau lebih maju dan berkembang dari pada gagasan sensei Kano tentang efsiensi maksimun dengan usaha minimum serta kemakmuran bersama. Menurut saya konsep Kano Sensei tentang kemakmuran bersama merupakan pemikiran yang revolusioner pada masa itu. Tetapi pemikiran Osensei lebih berkembang, mengampuni , memberi, dan memimpin adalah kata-kata beliau. Seni beladiri  sebelum konsep Osensei cenderung senang membunuh, lebih menghargai perampasan nyawa dari pada memberi.

 

P : Kano Sensei adalah pelatih pertama dan selamanya?

N : benar, gagasan beliu sangat mengagumkan meski pemikiran Osensei mencakup lebih luas

 

P : sejauh mana anda berpendapat jika sisi moral atau sepiritual Osensei dipengaruhi oleh sekte Omoto?

N : menurut saya spirit aikido osensei tidak hanya dipengaruhi oleh agama omoto, tetapi juga hal yang lain, seakan-akan beliau lahir dengan anugerah aikido. Ini bukan masalah beliau masuk ke salah satu agama tetapi lebih dari itu.saya bangga bisa bertemu dengan beliau yang heba. Waktu itu beliau berpikir jika saja seni beladiri yang lahir dari pengalaman pribadi beliau ini dapat berguna, beliau akan memberikan kepada masyarakat. seni beladiri bukanlah tanpa alasan tujuan, namun aikido lebih bertujuan menghapuskan perkelahian. Selain itu aikido juga bertujuan melindungi orang sehingga kitapun harus menjadi kuat. Dengan kata lain kekuatan yang diperlukan bukan untuk melukai lawan. Jika anda memiliki kekuatan seperti itu, permasalahan akan selesai tanpa anda menjatuhkan lawan

 

P : kesan saya, teknik-teknik di dojo anda selalu cocok dengan penyerangan

N : benar, saya selalu berkata “ kita melakukannya seperti ini, tetapi jika  sedikit saja dikembangkan, lawan akan terjatuhkan. Akan tetapi kami berpedoman bahwa menjatuhkan lawan adalahkejahatan yang harus kita hindari.

 

P : tergantung situasinya kadang menyerang itu perlu untuk melindungi orang

N : kita dapat menyerang, kami tahu bagaimana menyerang tanpa menjatuhkan. Karena kami sebenarnya bisa menjatuhkan, kami tidak bertanding. Semua oran percaya hal ini. Olehkarena itu mengajarkan “ atemi” itu perlu. Mungkin sekali membunuh seseorang dengan satu jari.

 

P : sensei, gerakan anda cukup cepat, menurut saya pasti ada tingkatan-tingkatan pemahamam tertentu

Yang dibutuhkan untuk mencapai kecepatan itu. Misalnya membaca intensi lawan, timing, kuzushi, menangkis serangan, menjatuhkan lawan dan sebagainya. Pasti ada perbedaan di tingkat awal dari “ maai” sampai teknik yang sempurna

N : saya sebenarnya tidak pernah bermaksud melakukan gerakan-gerakan cepat tersebut

Murid : sensei , teknik-teknik Jo anda sangat cepat secepat kipas angin ( tertawa)

 

P : mungkin bagi anda itu alamiah, tetapi gerakan-gerakan anda sangat cepat sehingga orang yang menontonya tak tahu apa yang terjadi. Dapatkah anda jelaskan pendekatan latihan anda lebih mendetail

N : kami berlatih 20 macam nikyo. Sehingga saat kami menggunakan pedang atau jo teknik kami sedikit berubah begitu juga cara kami melakukan gerakan. Saya selalu memberitau murid-murid saya untuk memilih taknik khusus bagi mereka sendiri. Di judo  karate kebanyakan orang hanya melakukan 1 teknik yang mereka kuasai benar. Saya menyuruh seseorang untuk mengembangkan 1 teknik yang bisa membuat mereka menang. Saya selalu bilang di aikido kami menyelesaikan segala sesuatu hanya dengan penampilan

 

P : anda sering berpergian mengajar ke manca bukan, berapa lama?

N : sekitar 7 atau 8 tahun

 

P : anda bepergian ke Skandinavia, Amerika, dan baru-baru ini ke Prancis di beberapa negara asing tindak kekerasan dan narkoba merupakan masalah serius. Menurut saya orang –orang yang berlatih aikido menginginkan beladiri yang bisa digunakan, bukan hanya untuk kesehatan semata, mungkin ini perbedaan antara orang manca dengan orang jepang dalam memandang aikido

N : menurut pendapat saya, tujuan orang berlatih aikido adalah untuk menjadi kuat. Tetapi hal ini sudah berubah seiring adanya perbedaan antara menjadi kuat karena latihan dengan menjadi orang kuat. Ada kekuatan yang bisa menjatuhkan lawan ada kekuatan yang lain untuk melindungi orang. Saya lebih menfokuskan aikido pada kekuatan yang kedua. Ketika saya berada di luar negeri mencamkan ini sejelas mungkin. Contohnya saat saya menjelaskan sebuah pukulan , saya berkata “ anda seharusnya tidak memukul dengan cara  yang biasa anda lakukan. Berhenti disini, jika anda melakukan lebih, lawan anda akan jatuh. Anda harus memukul seperti ini” . sekarang ini saya ke luar negeri hanya sebentar-sebentar, saat saya menjelaskan sesuatu murid-murid saya berkata bahwa mereka ingin sekali mempraktekkan apa yang saya contohkan. Namun sayang dasar yang solid belum berkembangdalam diri mereka. Misalnya saja, sedikit sekali yang dapat menggunakan tegatana dengan benar.

 

P : apakah jurus itu berasal dari karate

N :  basissnya memang iya. Di jepang ada sejumlah karateka yang menguasai teknik atemi tingkat tinggi. Saya mengatakan sangat memalukan jika teknik tersebut hilang begitu saja. Kepada murid saya, saya mendorong mereka supaya fokus melestarikan teknik-teknik ini. Bagi saya salah satu peran aikido adalah menawarkan teknik-taknik semacam “ atemi” ini. Karena atemi adalah jiwa seni beladiri jepang. Atemi untuk sementara waktu menetralkan kemampuan bertarung lawan untuk memperbaiki serta kembali ke posisi semula. Sekarang jumlah orang yang tahu betul cara menggunakan atemi dengan tingkatan tertentu lambat laun berkurang . sebab itu di aikido kami harus melestarikan skill ini dan menggunakannya bilamana perlu.

 

Leave a Comment

Connect with Facebook