Aikido dan Air

pond.jpg

Air menyatukan semua massa daratan dunia, besar dan kecil. Menghubungkan apa yang tampaknya terpisah, jauh, dan berbeda, menjadi satu kesatuan yang utuh.
Air memiliki kecerdasan, pikiran, dan di Aikido kita berusaha untuk mewujudkan  kecerdasan yang sama.

Kita mengembangkan aliran energi kita untuk “menjadi satu dengan” orang lain. Terutama di saat muncul  rasa marah dan takut.
Kita berusaha keras untuk melarutkan rasa pemisahan, jarak, atau perbedaan.
Dan bahkan ketika bergerak menjauh dari orang lain, kita melakukannya dengan maksud bergabung dengan dan atau kembali kepada mereka.

Air tidak hanya bergabung bersama-sama dengan  tanah , juga menyatukan bumi dan langit serta tidak pernah berakhir melalui siklus curah hujan, gerakan, dan penguapan.
Ini adalah proses yang sama bagaikan cermin seorang manusia dalam siklus kelahiran, kehidupan dan kematian.

Sama seperti air, kita juga datang dari surga, menghabiskan waktu di bumi, dan kembali ke surga sekali lagi. Kehidupan, kematian, daur ulang.

Air meluas dan menciut tergantung pada keadaan, dan begitu pula dengan jiwa seorang manusia.
Bila kita bersikap keras kepada seseorang , semangat dan jiwa mereka akan menciut.
Ketika kita mencintai seseorang,  semangat dan jiwa mereka menjadi meluas .

Air hanya menanggapi segala sesuatu yang kita proyeksikan ke dalamnya.

Kehadiran air sepanjang ekosistem kita sangat mirip dengan kehadiran sistem cairan tubuh. Membungkus dan menyatukan sel-sel dan jaringan tubuh.
Pikiran atau kesadaran  air, sistem cairan tubuh, dan Aikido, semua memiliki niat yang sama.
Bergerak dengan, menyerap, memelihara, membersihkan, memperbaharui.

Ketika segala sesuatu dialami sebagai bagian yang tidak terpisahkan  dari Kesadaran yang  Satu maka  seharusnya tidak ada penyakit, tidak ada serangan , tidak ada pemisahan, kematian maupun kerusakan ( Awase ).

Terlepas dari bentuk yang timbul atau bermanifestasi, hujan, kabut, uap, embun, salju, es, air selalu memiliki pikiran yang bulat .
Pikiran yang  bulat ini adalah prinsip kunci dalam pikiran tanpa perselisihan.

 

Dalam Aikido kita memproyeksikan kehadiran putaran atau lingkaran penuh untuk masalah yang datang  dan mengalir bersama gerakan mereka ( Nagare ).
Sama seperti air, kita tidak memberikan permukaan keras untuk dilawan, dan tidak menyerahkan sesuatu  yang bisa dicengkeram .
Apapun  kendala yang dihadapi, air tidak pernah berhenti, tidak pernah menyerah.
Air selalu mencari tanpa henti  jalan yang tidak berlawanan  dan ketika perlawanan itu sudah tidak ada , air mengkonsolidasikan kekuatannya dan bangkit.
Menunggu kesempatan yang lain.
Menunggu saat yang tepat … adanya Pembukaan( Opening ).

Setetes air memiliki kekuatan kecil, tapi bila tiap tetes  bergabung  bersama-sama dapat menyapu bersih segala sesuatu di jalan,
Dengan kekuatan tanpa henti seperti tsunami.

Air bergabung dengan, diserap oleh, dan menyelubungi lingkungan sekitarnya.
Tidak berusaha untuk bertindak secara terpisah, tapi menunggu untuk dipindahkan oleh kekuatan alam.

Dengan pikiran yang jernih dan hening, selalu baru dan selalu bergerak .
Tenang ketika melakukan sesuatu sama seperti  ketika menjadi sesuatu.
Kita bisa menyadari akhir setiap perjalanan sebagai awal yang baru,
Bahkan setiap tujuan sebagai sementara, setiap tujuan sebagai siklus tanpa henti.
By Dhani Makita (1dan)

Sumber inspirasi tulisan :

http://aikidomizu.com/2011/04/17/martial-arts-and-water-the-mizu-connection/

http://www.masaru-emoto.net/english/ephoto.html

 

 

 

Leave a Comment

Connect with Facebook