Melatih Mata

“Bu zi shan lin, xian zu, ju ze zhi xing zhe, bu neng xing jun”

“Orang-orang yang tidak mengetahui kondisi pegunungan berhutan, dataran berbahaya dari jalur-jalur pegunungan, dan sifat berbahaya dari rawa dan paya-paya tidak akan mampu menggerakkan pasukan.”

(Sun Zi Bing Fa)

Japan Landscape

Apa hubungannya dengan judul diatas? Kenapa malah membahas perkataan Sun Zi tentang medan pertempuran?

Sun Zi memetakan dalam bab “Sembilan medan pertempuran” yang isinya ternyata hingga 13 medan yang  ia amati. Kecermatan memetakan ini dalam penjelasannya sangat penting bagi perumusan strategi selanjutnya selain kesiapan pasukan, logistik, dan sebagainya. Tentu saja kesiapan pasukan dan seluruh kelengkapan tidak banyak berguna jika strategi yang diterapkan keliru karena pemahaman yang tidak menyeluruh terhadap identifikasi medan pertempuran. Amerika Serikat pernah mengalami hal ini ketika perang Vietnam berlangsung. Kelengkapan senjata dan alutsista tidak banyak mendukung dan bahkan  situasi berbalik merugikan AS. Karena terbiasa dengan perang konvensional, maka tentara AS dengan percaya diri masuk ke hutan belantara Vietnam yang disambut dengan teknik tak terduga dari Vietkong. PERANG GERILYA.

Korban begitu banyak jelas memaksa AS mengundurkan diri dan menahan malu atas arogansinya. Tidak pernah diduga sniper-sniper Vietkong bisa menjatuhkan helikopter AS dari batang pohon, kemunculan pasukan Vietkong secara tiba-tiba karena gorong-gorong yang mereka buat dan bersambung kemana-mana.

Demikian juga ketika perang Irak dan Afghanistan berlangsung. Lagi-lagi kemungkinan salah mengidentifikasi medan dan kurang waspada, ribuan prajurit AS menjadi korban sniper-sniper yang beroperasi dari dalam mobil yang diparkir dekat pasukan AS yang berkeliling di dekat tank-tank mereka, dari jendela-jendela apartemen, juga serangan-serangan yang dilancarkan dari pegunungan cadas dan gua-gua disana.

Buta medan adalah hal yang sangat fatal. Kesiapan tidak berarti apapun tanpa mengerti hal ini. Seperti halnya para praktisi beladiri yang cuma belajar teknik dan teknik.  Kuncian, tendangan, pukulan, senjata, dan sebagainya, ditambah mental garang seolah-olah ia siap menghadapi situasi apapun seperti di dalam film-film laga. Ia tak pernah menganalisis lebih dalam (dan cepat) terhadap situasi dirinya dan sekitarnya. Padahal dunia luar tak kenal ampun. Siap mati konyol?

 

 

Berarti kita butuh mengerti medan. Bagaimana cara cepat mengerti medan? DENGAN MELIHAT MEDAN!! Mata adalah detektor yang paling mudah digunakan dalam menangkap citra sekelilingnya.  Anda tinggal menggerakkan pandangan menyapu selebar mungkin dan menangkap hampir seluruh objek di sekeliling anda. HAMPIR dan bukan SEMUANYA, karena tidak mungkin secara detail anda mendapat penginderaan terhadap seluruh objek disitu. Lakukan secara sadar terus menerus, dimanapun, kapanpun!!!  Agar mata terbiasa menangkap situasi di sekeliling anda. Sun Zi memetakan 13 medan tersebut berdasar analisa dari apa yang ditangkap mata juga kan? Nah jadi disinilah kaitan antara medan pertempuran dan mata.

“Tapi, kita kan tidak dalam medan pertempuran..jangan berlebihan gitu dong…”  Ya, Anda benar.  Melatih mata mengenali medan adalah sebagai sarana melatih kewaspadaan anda, karena situasi berbahaya tidak kenal waktu dan tidak pernah menunggu hingga anda siap. Saya ulang lagi ya, DUNIA LUAR TIDAK KENAL AMPUN.  Saya beri contoh kasus…

Suatu ketika anda naik motor dengan santai masuk ke suatu tempat yang banyak orang berkerumun. Di jalan sebelum sampai ke tempat itu, anda melihat dua orang naik motor berboncengan, dan orang yang dibonceng dalam keadaan kepala penuh darah mengucur. Anda cuek saja dan terus melaju ke daerah orang berkerumun tersebut dan ternyata lebih dekat melihat beberapa orang membawa kayu, tongkat, dan gerigi becak. Situasi ramai, banyak orang berlarian keluar dari daerah tersebut. Apa yang anda lakukan selanjutnya? Cuek dan terus melaju, ataukah merasa tidak beres dengan situasi yang anda lihat, lalu berbalik arah keluar dari sana agar tidak terjebak dalam keadaan itu?

Jika sistem analisis anda berfungsi, yang anda lakukan adalah curiga sejak melihat dua orang berboncengan tadi. Analisis pertama adalah baru saja terjadi kecelakaan dan orang tadi sebagai korban. Kemudian banyak orang berkerumun membawa senjata, maka kemungkinan kedua, sedang terjadi tawuran di daerah itu. Lalu, kesimpulan akhir tentang apa yang anda lakukan adalah: TERSERAH ANDA. You choose and you take the risks or the advantages. Your call…

Jadi, medan pertempuran bisa teridentifikasi dengan jelas, karena mata yang terlatih. Detail yang dikumpulkan akan semakin menajamkan analisis dan keputusan yang diambil.  Keren kan?

Aikido adalah beladiri yang menuntut anda menggunakan seluruh kemampuan analisis anda. Anda tidak hanya dilatih banting-membanting, kunci-mengunci, atau lempar-melempar. Latihan mata untuk mengerti medan ini WAJIB anda latih juga. Bayangkan, anda seringkali kerepotan terhadap arah serangan lawan dalam latihan randori saat penyerang berjumlah empat, lima atau enam, dan anda terdesak ke tembok secara tiba-tiba karena menghindari serangan. Bayangkan jika penyerang berjumlah duabelas dan anda tidak sempat melihat sekeliling anda. Bagaimana anda akan menghindar? Satu contoh lagi; suatu ketika anda melakukan teknik lemparan. Yang biasa terjadi adalah ASAL LEMPAR. Teknik beres. Partner anda terlempar dan menabrak orang lain.  Salah siapa? Si pelempar kan?   saat melempar, mata anda fokus ke partner yang anda lempar sehingga anda tidak memperhatikan daerah kosong agar partner anda bisa jatuh dengan aman tanpa terjadi tabrakan dengan kawan lain yang juga sedang berlatih. Kalau kaki kena kaki mungkin tak apa-apa. Kalau kepala kena kepala dengan momentum yang cukup cepat?? Apakah anda mau bertanggung jawab sebagai si pelempar?

Kelemahan mata sejak zaman purba dahulu adalah fokus mengikuti hewan buruan agar jangan sampai lepas dan hilang. Dan ini terus terjadi hingga sekarang.  Contoh:  anda sedang berjalan bersama pasangan anda, kemudian anda melihat wanita cantik. Karena anda tertarik, mata anda terus mengikuti gerak wanita tersebut, hingga  seluruh kepala dan leher ikut bergerak bersama dengan pandangan anda. JELAS PASANGAN ANDA JENGKEL KARENA TINDAKAN ANDA!!!  Begitu mudahnya lirikan anda ketahuan pasangan… anda tidak sadar kan? Hehehehehehe…

 

Kasus mudah dan sering terjadi tanpa disadari ini sebenarnya merupakan kelengahan anda. Playboy sejati tak akan ketahuan sedang melempar pandangan ke wanita cantik. Eh, maaf ini bukan mengajari anda nakal ya.. hanya berusaha menyadarkan anda bahwa mata anda tidak terlatih, dan melirik wanita bukan latihan yang cukup tepat untuk hal ini..

Nah, perkara remeh bukan? Melihat, menyadari, kemudian bisa menganalisis medan juga situasi akan mengarahkan anda mengambil kesimpulan tindakan yang tepat. Sebegitu pentingnya hingga saya ulangi sekali lagi pernyataan tersebut. Maka, latihlah sesering mungkin mata anda, kumpulkan detail sekeliling anda. Semakin mahir, akan semakin banyak detail tertangkap dalam sekali lihat. Sayapun menulis hal ini dalam rangka mengingatkan diri untuk latihan.  Dan tidak seru jika tidak saya bagi kepada anda, sebagai praktisi beladiri aikido. Bahkan, anda bisa menyebarkan latihan ini kepada orang lain, agar mereka juga terbiasa waspada terhadap medan dan situasi. Sekalian anda bisa berbuat baik kan?

Selamat berlatih ya..

 

Note: jika anda belum paham hal ini, ataupun bingung tentang cara latihannya, anda bisa menghubungi saya.

 

Bomba Mahendra Ali

Leave a Comment

Connect with Facebook