History Shoji Nishio

nisho keguruan.jpg

Shoji Nishio sensei

Shoji Nishio sensei lahir pada 5 Desember tahun 1927 di Aomori prefecture.  Beliau bergabung di Aikikai Honbu Dojo pada tahun 1951. Sebelum berlatih Aikido beliau juga mempelajari Judo ( Kodokan Judo) Karate ( Shindo jinen-ryu dengan konishi sensei) Iaido (7dan Nihon Zendoku iaido)  dan jodo (shinto muso ryu dengan takaji shimizu sensei). Beliau merupakan salah  seorang murid langsung dari Morihei Ueshiba.

Shoji Nishio sensei memiliki pemahaman yang unik mengenai aikido dan mengintegrasikan pengetahuannya yang mendalam dalam iaido, iaijutsu, karate, judo, jojutsu, dan beladiri yang lain ke dalam aikido. Meskipun Nishio sensei mengembangkan aikido sehingga memiliki perspektif dan manifestasi yang baru tetapi Nishio sensei selalu berlandaskan pada ajaran dan filosofi dari Morihei Ueshiba sensei sebagai penuntun dalam pencariannya.

Nishio sensei merumuskan sisi bela diri di aikido sebagai yurusu Budo, “ Beladiri penerimaan” seperti yang dikutip berikut ini ‘Pedang di aikido tidak digunakan untuk menciptakan kematian, tetapi sebagai alat untuk memperbaiki hal yang salah di dunia, dan jalan untuk menyempurnakan diri. Aikido adalah bela diri yang mengendalikan musuh sesaat ketika konflik belum terjadi, sehingga menjadi awal untuk mewujudkan keadaan dimana usaha saling membunuh atau mengalahkan digantikan dengan saling hidup berdampingan dengan damai’. Hal ini merupakan manifestasi dari yang dimaksud dari O’Sensei dengan ‘Aikido adalah jalan untuk melindungi dan mencintai, membangkitkan dan membentuk, menghasilkan dan mengembangkan segala sesuatu di alam semesta ini’ (Nishio, 2004).

 

Salah satu elemen penting dan tujuan dari teknik Nishio Sensei adalah misogi no ken (pedang pemurnian) dimana pedang di aikido tidak digunakan untuk melakukan hal yang salah tetapi agar membantu satu sama lain agar menghilangkan keburukan diantaran kita (Nishio, 2004). Hal ini menyebabkan aikido menjadi media melatih tubuh,kehendak, jiwa, hati, karakter dan pikiran. Nishio sensei juga menyatakan bahwa hati dan aikido adalah michibiki yaitu kehendak untuk memberi, menuntun dan memahami kehendak sesama untuk mencapai tujuan bersama yang positif dalam setiap tekniknya.

 

Karakter khas dari teknik Nishio Sensei  adalah tangan kosong, ken, jo dan iai memiliki ekspresi yang sama dan tidak berbeda dan merupakan satu kesatuan yang utuh (Ri-ai). Elemen lain yang sangat penting dalam aikido sebagai Yurusu Budo adalah irimi issoku dan atemi no kokyu.

 


 


Leave a Comment

Connect with Facebook