History aikido jogjakarta

laddy lesmana 3_resize.jpg

Laddy Lesmana sensei

Membicarakan sejarah aikido di Jogja tentunya tidak terlepas dari sosok Laddy Lesmana yang akrab dipanggil sebagai pak Lesmana. Jasa Beliau dalam memperkenalkan aikido di Jogjakarta dimulai dari ketertarikannya terhadap olah fisik aikido yang berkaitan dengan olah rasa yang pernah di pelajari pada bela diri lain dan di antara kedua bela diri ini ternyata memiliki tujuan yang sama. Saat itu di kota Jogja belum terdapat dojo dan kebetulan di Semarang terdapat dojo aikido baru sehingga pak Lesmana berlatih disana bersama rekannya, pak Handoko. Semasa itu aikido diarahkan oleh Maeda Sensei (Dan 5) yang ditugasi oleh JICA (Japan International Cooperation Agency) untuk mengajarkan aikido di Indonesia selama 2 tahun. Setelah beberapa kali latihan aikido di Semarang, pak Lesmana bertemu  dengan aikidoka Haris asal Bandung (sabuk coklat) yang saat itu sedang bersekolah di salah satu SMU di Jogja. Akhirnya, Pak Lesmana, Pak Handoko, Haris dibantu Pak Suyoto mempunyai ide untuk membentuk dojo aikido di Jogjakarta pada tahun 1996. Dojo pertama kalinya di Jogja ini bertempat di sebuah ruko (lantai 2) di daerah Janti (depan Dojo Sho Hei Kan) dan dinamakan Dojo Jogja. Saat itu keanggotaannya pun masih bersifat terbatas. Pada tahun 1997 Dojo Jogja pun dibuka untuk umum.

Setelah masa kontrak Maeda Sensei habis, maka Dia digantikan oleh Yahagi Sensei (Dan 3). Sejak itu, Yahagi Sensei rutin setiap bulan memantau perkembangan aikido di Jogja hingga akhirnya Dojo Jogja berkembang pesat. Setelah 1 tahun  Dojo Jogja beroperasi, jumlah anggota pun semakin banyak maka tempat berlatih dipindahkan ke Kemetiran (Sanggar Senam Savitri) kemudian berpindah lagi ke aula Universitas Sanata Dharma berkat jasa aikidoka Tata (saat itu ia sebagai mahasiswa Univ.Sanata Dharma).

Setelah masa tugas Yahagi Sensei (2 tahun) melatih aikido di Indonesia habis, Dia digantikan oleh Shigekoshi Satoru Sensei. Saat itu, Satoru Sensei harus belajar bahasa Indonesia di wisma Bahasa Demangan Baru, Mrican, Jogjakarta, sehingga kehadirannya sangat mendekatkan hubungan Beliau dengan para aikidoka yang beruntung dapat menimba ilmu dari Beliau hampir setiap hari. Pada tahun 1998 Agus Hermawan (sekarang sebagai Kancho Sho Hei Kan) ikut bergabung dan mempelajari aikido di Dojo Jogja (lokasi masih di Sanata Dharma).

Leave a Comment

Connect with Facebook